Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Kisah Seks Gairah Nakal Tante Bokep 4

Kisah Seks Gairah Nakal Tante Bokep 4

 Aopok.com - Di atas tubuhku Mbak In bergeser pelan, memutar pinggul, goyang kanan kiri. Serba pelan. Kali ini dia tidak banyak bicara. Cuma merem melek sambil ah.., uh.., ah.

Akhirnya aku tidak tahan. Vagina perawan tua itu tiba-tiba seperti menyempit dan menyedot penisku.
“Mbak, Aku mau keluar., Mbak!”, Mbak In cuma menciumku dengan mesara. Keringatnya menetes di wajahku. Aku tidak ingat apa-apa lagi. Rasanya seluruh cairan kelelakianku tersedeot. Seluruh tubuhku seperti diperas. Inilah orgasme hebat yang jarang kualami. Ternyata aku tidak muncrat, cuma mengalir pelan tapi banyak maninya. Saat itu juga Mbak In orgasme. Tubuhnya mengejang, menggelepar di atas tubuhku, dengan keringat membasahi tubuh. Bau ketiaknya kian merangsang.

Dia terpejam menikmati orgasmenya yang pertama kali lewat persetubuhan.
“Oh indahnya. Terima kasih Gus”, katanya.
Tidak ada jeritan liar yang menyebutkan segala genital dalam bahasa sehari-hari. Tidak ada teriakan tertahan. Semuanya begitu lembut, hangat, dan indah. Aku merasa seperti perjaka yang kelepasan kemurniannya. Kalo Mbak In sih jelas, perawan tua yang terlepas keutuhannya, dengan lembut, tanpa robekan selaput yang menyakitkan, tanpa darah karena koyakan.

Sampai terang matahari kami masih berpelukan. Kami berdua bolos kerja. Mandi berdua pakai air hangat, alangkah segarnya. Lalu tidur. Siangnya setelah makan kami bersetubuh lagi. Aku yang di atas. Air maniku masih bisa membanjir, menggenangi vaginanya. Lalu istirahat. Sore bersetubuh lagi.

Hari-hari selanjutnya persetubuhan menjadi rutin. Entah sudah berapa cc air maniku mengalir ke vagina perempuan berusia 42 tahun ini, tapi masih seperti vagina gadis remaja karena tidak pernah dipakai itu. Semua adegan BF kami tiru, kami coba. Mbak In makin pintar. Juga makin buas. Indriani si jembut lebat, dengan vagina coklat dan clitoris sebesar mete ini memang wanita yang tepat untuk menguras syahwat. Indriani, kenapa sih birahimu kau simpan sekian lama, tersembunyi dalam vagina gelap dan bulu lebatmu? Demi karierkah kau menahan nafsu betinamu? Kau buang hari-harimu tanpa merasakan cipratan mani dan sodokan penis pada cervix-mu.

Aku semakin terikat padanya. Aku makin menyayanginya. Inikah cinta? Sayang seribu satu sayang, Mbak Indriani si lajang kesepian bersyahwat dahsyat itu tidak pernah membicarakan soal asmara. Tak adakah cinta di kamus hatinya? Tak adakah cinta di ujung vaginanya, agar kelak bisa berbuah janin?

Banyak sudah variasi yang kami lakukan. Hanya satu yang belum. Mbak In membiarkan mani muncrat di wajahnya, begitu pula kepada mulutnya, padahal aku ingin sekali, karena setiap kali masturbasi itulah termasuk yang kubayangkan.

Hari ini ulang tahunku ke 25. Kami bercinta. Waktu ditanya apa permintaan istimewaku, maka aku jawab, “facial cumshot kayak di VCD porno”.
Surprised! Mbak In mau. Tapi dengan syarat aku harus bisa membuatnya orgasme terlebih dahulu. Ya maka kami bersetubuh dengan posisi dia di atas.
Berkali-kali dia mengingatkan, “Awas, jangan muncrat dulu Gus..!”.
Kalu aku sudah mau keluar, Mbak mencabut vaginanya, lalu meloncat dan menggesek-gesekkan vaginanya ke mukaku. Mulutku melumat habis vagina dan clitoris-nya sampai aku minum cairan vaginanya banyak sekali. Begitulah sampai akhirnya dia klimaks, sambil bicara keras.


“Akan aku habisin manimu.., manniimuu.., mhann..nhii..muu.., spermaamu.., pake mulutku untuk pertama kalinya Gus!”.
Semoga tetangga tidak ada yang mendengar. Mbak In kalau sudah di puncak birahi memang tidak bisa mengontrol diri. Pingin teriak yang tabu-tabu. Kadang setengah menjerit, “burungll” atau, “Memekku! Memekku! Memekku..”.
Tapi aku justru malah senang. Malah tambah terangsang. Aku paling suka kalau melihat dia menjadi jalang, jadi budak birahi. Nah begitu selesai klimaksnya dengan banjir cairan vagina, Mbak In langsung melumat penisku. Lanjut baca!


Kisah Seks Gairah Nakal Tante Bokep 3

Kisah Seks Gairah Nakal Tante Bokep 3

 Aopok.com - Dengan jari kuelus permukaan vaginanya. Dia menggelinjang. Dua jempolku kembali menempel di kedua sisi bibir vaginanya, sehingga bisa merentang mulut vagina.

“Namanya apa sih Mbak?”, aku menggoda.
“Bego kalo kamu nggak tahu!”.
Aku terus menggoda, “Namanya apa sih? Sebutin dong, Mbak..”.
“Payah kamu! Udah sering ngerasain, sering nyoba, masih nggak tau juga”.
Aku diam saja, nggaktidak melakukan tindakan pada pemandangan di depan mukaku itu.
“Apa dong Mbak namanya?”.


“Tauk ah!”.
“Apa dong?”.
“Dikira-kira sendiri. tau?”.
“Apa dong?”.
“Ahh.., bawel amat sih!”.
“Apa dong.., lleelelelhett.., sebutin dong llelelelelhet”, aku menggodanya sembari memainkan lidah di labia dan kclit.
“Auhh.., gila. Nakal”.
“Apa dong, clat, clat, clatt..”, lidahku semakin nakal, lalu aku hentikan.
“Kamu sendiri nyebutnya apa Gus?”.
Aku jawab, “Vulva, ada klitorisnya, ada labia majora dan minoranya..”.
“Uh kayak guru biologi aja, Gus. Pake nama latin segala..”.
“Habis apa dong..”.
“Malu ah.., udah tahu kan? Tabu buat disebutin, tapi aku sering ngebayangin juga sih..”.
“Kok ngebayangin?”.
“Iya, kalo lagi masturbasi aku sering mendesis-desis nyebutin kata-kata tabu, sambil memacu diri menuju orgasme bersama pria seksi.., Rasanya pingin ngelepasin semua hambatan gitu. Kamu ini mulai mancing ya?”.
“Maksud Mbak?”, aku tanya sembari menjilati bagian basah itu.
“Iyah, aku kan sering ngebayangin hal-hal yang terlarang termasuk ucapan-ucapan terlarang. Jadinya kalo lagi on, waktu masturbasi, ya nyebutin satu demi satu bagian terlarang.., Ahh kamu nakal, lidahmu pintar, udah sering yahh. Aduh.., geli!”.
“Hmm.., ayo dong Mbak..”.
“Iyahh sekalian basah, sekalian dibuka deh rahasia ini. Kalo lagi masturbasi aku sering nyebutin ini.., Aahh geli, nikmat terusin.., Aku sering nyebutin ini.., Ah kamu nakal!”.
Iya, gimana bisa ngomong lengkap, kalau mulutku semakin aktif dan binal menggarap pusat kewanitaannya?
“Aku sering berbisik, kadang juga berteriak, sih.., Itil, memek, jembut, burung, mani, itil, memek, burung, jembut, Gus!”.
“Lagi Mbak..”, Aku senang mendengar kata-kata tabu itu.
“Memek, iyaa.., me..mheekk.., iitt..theeiill.., jemm boutt.., kuonn..tuuoll.., Gila nikmat banget teknik oralmu!”.
“Ini Mbak burungku!” Aku berdiri, aku mengacungkan penisku ke mukanya.
“Woouwww.., tambah gede. Udah ngerasain berapa memek nih?”.
“Pegang Mbak..” Dia memegangnya. Lalu mengelus. Akhirnya mengocok pelan.
“Isep dong..”.
“Ah nggak. Entar ajah.., Aku masih takut..”.

Aku tidak mau main paksa. Aku sadar sedang mengajari cewek mengenal pengalaman pertama. Biar umurnya sudah matang, tapi pengalaman masih nol. Lalu Mbak In kuminta jongkok di mukaku, sementara aku rebahan di karpet, kepalaku diganjal bantal.
“Sekarang Mbak yang aktif ya.., anggap aja lagi onani..”.


Wow! Tanpa penjelasan lebih lanjut dia langsung memainkan kemaluannya di mukaku, terutama di hidung dan mulutku. Namanya saja naluri? Biar tidak pengalaman, masih perawan, tapi kalau usia sudah matang, juga dia sering nonton film porno, sehingga tidak rikuk lagi menghadapi hal tersebut. Mbak In jadi pintar dalam waktu sekejap. Kadang dia jongkok mengambang, sehingga kemaluannya cuma mengambang di mukaku, tapi kadang juga menekan seperti menduduki wajahku. Begitu banyak cairan membajir dari liangnya.

Sekitar 10 menit hal itu berlangsung. Maju mundur, geser kanan kiri, berputar, begitu terus. Sampai akhirnya.., “Ahh gila.., mhemm..mhekkuu.., itt..tillku.., Auhh.., Memek! Itil! Ayo jangan berhenti.., aku nggak kuat Gus!”. Lanjut baca!


Cerita Seks Gairah Nakal Tante Bokep 2

Cerita Seks Gairah Nakal Tante Bokep 2

 Piool.com - Tangan Mbak In masih memegangi tanganku. Sekarang matanya terbuka. Dia tersenyum. Aku kecup bibirnya, lembut lalu pipinya, telinganya, tengkuknya.

“Apa lagi sekarang, Gus?”, bisiknya.
Kulepaskan pegangan tangannya lalu kutuntun untuk melingkarkan tangan kanannya ke belakang, ke leherku, karena aku kan berdiri di belakangnya. Kucium lehernya.., Kurasakan debar jantungnya, dan bunyi nafasnya yang mengeras.., sepertinya dia bernafas dengan mulut. Lantas aku beralih ke bahunya yang terbuka. Kuangkat tangan kirinya untuk memegangi tengkuknya sendiri.

Saat kutatap cermin, kulihat sesuatu yang luar biasa. Bulu ketiak Mbak In ternyata lebat sekali. Aku terkesiap. Wow!, seperti tak percaya melihat bulu hitam rimbun itu menghiasi bagian bawah lengannya. Kuangkat tangan kanannya. Sama lebatnya. Wow! Ajaib! Aku belum pernah melihat ketiak selebat itu. Lagi pula aku selama ini memang tidak tertarik dengan ketiak yang berbulu, terkesan jorok dan tidak feminin. Tapi kali ini? Wuahh.., kurasakan debar di dadaku, kurasakan aliran darahku meningkat. Berubahkah aku?

Ya! Ketiak lebat ternyata memikat. Suatu hal yang selama ini membuatku risih ternyata merangsang. Dengan pelan aku raba kedua ketiak itu.
“Nggak pernah dicukur ya Mbak?”, Mbak In menggeleng dengan tersenyum.
“Biarin. Entah kenapa aku nggak merasa terganggu. Kamu tahu, dulu di asrama, waktu masih kuliah, aku dijuluki Ratu Ketiak. Karena sejak tahun kedua kuliah aku nggak mencukurnya. Buatku ini bukti kebebasanku, bukti ketidakpedulianku pada apa yang menurut orang lain pantas..”.

Lalu kucium ketiak berbulu itu. Wow! Fantastik! Bau asli tubuh bersih menyergap hidungku, karena wanita yang mengerti tentang parfum memang tidak pernah memberi parfum di ketiaknya, kecuali deodorant. Bau ketiak wanita (asal tidak kelewat keras), itu yang aku sukai dari cewek-cewek yang kukencani selama ini. Kali ini bau alami itu bertambah dengan bulu lebat, sepanjang hampir 5-6 cm. Pantas dulu disebut Ratu Ketiak.

Dari ketiak kanan aku pindah ke ketiak kiri. Sama aroma dan sensasi bulunya dengan yang kanan. Aku terangsang sekali. Ukuran terangsang bukan cuma soal ereksi seberapa keras dan panjang, tapi juga gelora di dalam diri. Sejak tadi aku ereksi, tapi yang sekarang makin ditambah peningkatan nafsu. (Nah para cewek, pahamilah itu..)

Dengan hidung dan mulut di ketiak kirinya, kedua tanganku meraba kedua puting susunya. Keras sekali. Aku pegang lembut payudaranya yang kecil itu. Kenyal sekali. Ini sensasi baru buatku, karena aku tidak pernah tertarik dengan payudara kecil. Aku tidak bisa ereksi oleh payudara mungil. Bila berkencan dengan perempuan aku selalu memilih yang mempunyai payudara besar, ukuran 34 keatas (beberapa kali aku dapat yang ukuran 38C). Payudara Mbak In sepertinya di bawah 34. Tapi kok merangsang ya? Nafsuku semakin berkobar. Ibarat bendera, mulai berkibar-kibar. Hanya gara-gara bulu ketiak dan payudara kecil (suatu hal yang belum pernah terjadi).


Akhirnya baju atas lingerie itu kulepas. Dan wow! Kudapati payudara kecil yang kencang, dengan puting mengeras. Puting itu berwarna gelap, tapi begitu merangsang bagiku. Aku selama ini mengencani wanita berkulit putih, termasuk bule, sehingga puting mereka berwarna terang, kalau bule malah kemerahan.
Aku remes pelan kedua payudaranya. Mbak In cuma ah-uh-ah-uh. Kuciumi lehernya, tengkuknya, telinganya, bahunya, dan ketiaknya, sambil mempermainkan puting dan payudaranya.

Lalu aku duduk di kursi dekat meja rias. Aku ciumi puting dan payudaranya, dan kemudian aku kecup puting itu sehingga makin mengeras. Kudengar pinggul Mbak In berkeletek, berbunyi tanda kontraksi otot saat wanita mulai disulut birahi. Lanjut baca!


Cerita Seks Gairah Nakal Tante Bokep 1

Cerita Seks Gairah Nakal Tante Bokep 1

 Iklans.com - Namaku Bagus Hermanto. Kini aku berumur 25 thn. Aku mengenal seks sejak umur 19 thn. Diajari oleh Mbak Wiwik Widayanti, mahasiswi S2 yang kos di rumahku, di Yogya. Tentu saja secara bertahap, dari pegang-pegang sampai.., tahu sendirilah. Pokoknya butuh tempo sampai 2 bulan baru bisa merasakan hubungan seks tang sebenarnya, bersetubuh dengan Mbak Wiwik.


Setelah itu aku mencoba segala macam wanita, dari pelacur sampai wanita baik-baik. Rasanya sih, aku sudah mempunyai banyak pengalaman. Sudah mengerti semua. Cuma aku tidak pernah merasa kenyang, itu saja problemku.

Semua keyakinan diri itu akhirnya berubah ketika aku memperoleh kenikmatan hubungan badan dengan Mbak Indriani, seorang akuntan yang masih lajang dari suatu kota di Jateng yang pernah menjadi atasanku di tempat kerjaku di Jakarta.

Mbak In, memang tidak tergolong cantik seperti layaknya bintang sinetron. Umurnya 42 tahun. Kulitnya hitam manis, tingginya sekitar 160 cm, mempunyai bentuk badan yang langsing dan mempunyai payudara yang kecil namun indah menantang. Dulu rekan-rekan di kantorku, termasuk para wanitanya, secara sembunyi-sembunyi menyebut dia sebagai “si kulkas”. Soalnya dingin, pasif dan tidak hot. Pokoknya dia tidak masuk dalam daftar seleraku.

Tapi suatu hari di akhir tahun 1999, aku berjumpa lagi dengannya. Gara-garanya VW kodokku mogok di dekat rumahnya, sebuah paviliun di Kebayoran Baru itu. Saat itu hujan deras lama sekali. Aku menelepon taxi Blue Bird tapi tidak datang.
“Ya udah tunggu dulu aja, sambil ngobrol soalnya udah lama kita nggak ketemu”, katanya.

Mulanya kita ngobrol biasa. Taxi yang saya pesan belum juga datang. Padahal sudah jam 9 malam. Mbak In menawariku tidur di rumahnya saja, di sofa ruang tamu. Akupun setuju atas tawarannya, daripada repot, pikirku.

Lalu kami ngobrol ngalor-ngidul. Setelah makan malam, kami masih bercerita tentang banyak hal. Sampai akhirnya aku lancang nanya, “Kok Mbak tetep melajang sih?”.
Diapun cerita bahwa dirinya memang malas untuk menikah karena masih suka sendiri dan bebas. Buktinya dia bisa hidup tanpa pembantu. Semua dikerjakannya sendiri. Kecuali pakaian tertentu yang dilaundry.
“Wah serba swalayan ya”, kataku.
“Termasuk soal tertentu yang khusus juga”, katanya sambil ketawa.
Aku kaget juga. Yang dia maksudkan pasti seks. Soalnya setahuku dia tidak pernah berbicara tentang seks, makanya dia dijuluki si kulkas.


Jam 11 malam aku mulai mengantuk. Mbak In meminjamiku celana dalam dan kaos oblong (keduanya masih baru, berukuran XL, karena itu sebetulnya oleh-oleh dari Bali untuk temannya), dan memberikan sikat gigi baru serta handuk, lalu dia masuk ke kamarnya sendiri.
“Selamat beristirahat. Kalau butuh pengantar tidur nyalakan terus saja TV-nya, tapi jangan keras-keras. Kalo kamu mau baca-baca ya silakan aja, Gus”, katanya.
“Makasih Mbak, good night”, kataku.

Setelah mandi, aku sendirian di ruang tamu itu. Sudah menjadi kebiasaanku kalau mau tidur harus diiringi oleh musik kaset/CD, atau radio, kadang juga TV. Lalu me-ngeset timer-nya sekitar satu jam sampai akhirnya aku tertidur. Tapi malam itu aku susah sekali untuk tidur. Mau membaca tapi mataku lelah sekali. Akhirnya akupun menyalakan TV, tapi acaranya jelek-jelek. Lanjut baca!


Viral Di Entot Anal Oleh Penguasa Samudra

Viral Di Entot Anal Oleh Penguasa Samudra

 Aopok.com - Namaku adalah Han. Aku adalah perwira dari kerajaan Ming. Aku ditugaskan untuk mengantar ratusan pedagang dari wilayah utara ke negeri selatan yang bernama Majapahit. Kerajaan itu dikabarkan sebagai kerajaan terkuat di Asia tenggara karena berhasil mengalahkan pasukan Mongolia. Aku merasa tidak sabar untuk mengunjungi negeri tersebut. Aku terus-terusan menanyai kapten kapal pertanyaan yang sama setiap hari, yaitu kapan kita semua akan tiba dinegeri itu. Akhirnya jawaban yang aku harapkan terwujud. Sang kapten mengatakan bahwa kita akan tiba di negeri Majapahit pada keesokan paginya.


Maka malam itu juga aku beristirahat di kamar lebih cepat dari biasanya, agar aku dapat bangun dengan mudah dipagi hari. Namun tiba-tiba kapten kapal membangunkan aku pada malam itu. Ternyata kapalku diserang bajak laut. Aku segera berlari ke atas kapal dengan membawa pedangku. Terlihatlah puluhan kapal kecil disekeliling kapal besarku. Aku memerintahkan para tentara untuk mengeluarkan meriam dan menembaki kapal-kapal kecil tersebut. Meriam pun segera dipersiapkan dan pada saat aku memeberi aba-aba maka puluhan meriam pun ditembakkan. Namun kapal bajak laut yang kecil itu bergerak cepat sekali. Seluruh tembakan meriam tidak berhasil menghancurkan kapal mereka. Salah seorang perompak itu melempar pisau kecil dan tepat mengenai lengan kiriku.

Lalu mereka melempar bambu-bambu kecil yang berisi minyak. Kapalku langsung terbakar dan api itu merembes sampai karung-karung yang berisi bubuk mesiu untuk meriam.

“DUAR!!”

Kapalku meledak dan terbelah menjadi dua. Ombak laut bertambah besar dan kapalku mulai tenggelam. Aku berusaha memegang tiang kapal namun angin kencang meniupku terbang dan jatuh ke dalam air. Ombak menyeretku tanpa arah. Aku melihat puluhan bajak laut loncat ke dalam air dan menyelam, lalu beberapa diantaranya naik kembali ke kapal dengan membawakan emas, dan perak yang berasal dari kapalku.
“Siapakah mereka sebenarnya? Mengapa mereka bisa bergerak seperti ikan”. Sebelum mataku tertutup aku melihat kapal mereka ada tulisan ‘Ombak Menari’. Lalu aku pingsan.

Pada saat aku bangun hari sudah siang dan aku bisa merasa kalau aku tiduran diranjang. Aku mencoba bangun namun badanku terasa sakit semua. Seluruh badanku kaku dan tidak bisa bergerak. Bahkan mulutku tidak bisa terbuka. Tiba-tiba aku mendengar suara seorang kakek dan wanita berbicara tentang kondisiku.



“Aku harap dukun kita bisa kembali kesini sebelum malam tiba, kalau tidak maka pemuda ini akan mati karena racun dilengan kirinya” kata kakek itu.

Aku tidak dapat melihat siapa yang bicara karena mataku tertutup. Lalu aku kembali tidur. Saat aku bangun aku mendengar suara jangkrik, berarti malam sudah tiba. Lalu aku mendengar suara kakek itu lagi. Kali ini ia melarng semua orang untuk datang dan menggangu proses pengobatan. Lalu aku mendengar suara wanita itu lagi, dan setelah selesai ia bicara, ia masuk ke kamar ini. Lalu aku mendengar langkah kaki tanda semua orang meninggalkan wanita itu untuk mengobatiku. Lanjut baca!


Aku Ngewe Memek Tiba2 Ada Kontol Teman Masuk Anus Istriku 2

Aku Ngewe Memek Tiba2 Ada Kontol Teman Masuk Anus Istriku 2

 Tradingan.com - Send someone to love me

I need to rest in arm..

Lagu Betterman ini adalah lagu kesukaan saya, isinya lebih kurang sama dengan yang saya rasakan saat ini, yaitu perasaan butuh seorang yang bisa menyayangiku apa adanya, yang bisa menemaniku disaat senang dan susah. Dan untuk itu tentunya saya juga sudah siap untuk memberikan segala perhatian dan kasih sayang yang saya miliki untuk dia.


Seperti yang sudah saya sampaikan di cerita saya sebelumnya, bahwa saya hanya mencari seseorang yang lebih dewasa dari saya, yang perhatian dan setia. Dulu saya sempat memegang suatu kriteria dalam mencari pasangan, yaitu seperti yang di impikan setian orang, yaitu tentunya mencari yang ganteng, masih muda dan kaya. Tapi sekarang saya tidak lagi memandang itu sebagai suatu keharusan, karena saya merasa bahwa apa yang ada dalam dirinya itulah yang lebih penting, yaitu kejujuran, kesetiaan dan kedewasaan dalam berpikir. Itulah yang abadi menurut saya dan saya sampai sekarang belum menemukan sosok tersebut dalam hidup saya. Adakah yang saya cari?

Kisah saya di cerita sebelumnya adalah hanya sebagian kecil dari perjalan hidup saya yang kelam, kisah dengan pembeli, tukang becak dan supir taxi adalah sebagian kecil dari orang-orang yang saya pakai untuk memuaskan nafsu saya yang besar saat itu. Mereka bukanlah dari dari dunia kita sehingga mereka mau melakukan hal itu dengan saya tetapi mereka adalah orang-orang yang berhasil saya rayu dan ada beberapa yang saya iming-imingi dengan memberikannya sedikit imbalan. Saya sudah memberikan kepuasan kepada mereka, malah saya juga yang harus membayar. Lucu yah, tapi itu juga karena saya yang sangat menyukainya dan sangat ingin memenuhi nafsu saya yang besar. saya tidak perduli lagi apakah dia itu bersih atau tidak.



Itu adalah masa-masa awal saya di kota ini dan selanjutnya saya mulai melirik kalangan yang lebih tinggi. Saya mulai sibuk chatting di internet dan mulai melakukan janjian kopi darat kemudian berakhir di hotel. Saya juga tidak sembarangan dalam mencari pasangan, minimal mereka harus lebih tua atau seumur dengan saya, selain itu juga dalam chatting tersebut, saya mengajak mereka berdiskusi tentang sesuatu hal untuk menguji cara berpikir mereka. Saya tidak mau jika mereka mau berhubungan badan dengan saya di karenakan mereka ingin memperolah uang dari saya, saya tidak akan mau melakukannya dengan mereka. Oleh karena itu, minimal saya mencari seseorang yang sudah mempunyai handphone.

Saya mempunyai alasan untuk itu, setidaknya dimasa yang modern ini dimana seorang tukang becak didaerah saya saja ada yang sudah memakai handphone. Jadi kalau seseorang itu mempunyai, Lanjut baca!


Aku Ngentot Memek Tiba2 Ada Kontol Teman Masuk Anus Istriku 1

Aku Ngentot Memek Tiba2 Ada Kontol Teman Masuk Anus Istriku 1

 Biodataviral.com - Aku adalah seorang lelaki yang berumur 24 tahun, lahir di suatu kota di Sumatera-Utara. Dan ini adalah untuk pertama kali aku mengirimkan cerita ke situs exooi.com ini. Sebelumnya aku sudah pernah mencoba untuk menulis kisahku ini, tapi aku tidak pernah berhasil mencapai batas minimum 10.000 huruf, sehingga tulisanku hanya bisa ku simpan di disket dan akhirnya kali ini aku baru bisa kembali menulis kisahku ini.


*****

Aku terlahir sebagai seorang anak lelaki, di usiaku yang masih kecil sampai aku sekolah di tingkat SMP, aku mempunyai sifat seperti perempuan, hal ini bisa di lihat dari caraku berbicara dan juga gaya tubuh. Banyak teman-teman dan yang lainnya memanggilku dengan sebutan “Banci”. Aku merasa benci sekali terhadap diriku, tapi syukurlah kalau sekarang aku bisa berlaku layaknya sebagai seorang lelaki sejati, meski terkadang disaat aku bercanda dengan temanku, sifat asliku terkadang muncul, aku bisa terkesan sangat cerewet sehingga kelihatan sekali aku mirip dengan anak perempuan.

saat aku masih duduk di bangku SD, aku suka bermain dengan beberapa teman lelakiku, dan biasanya mereka bermain di rumahku yang kebetulan setiap hari selalu sepi kare4na ayah dan ibuku bekerja di luar rumah. Suatu hari aku mengajak mereka main dokter-dokteran, aku berperan sebagai dokter dan mereka pasienku. Dan di saat itu sudah muncul naluri ke-“Gay”-anku, aku suka sekali untuk memegang penis kedua teman-temanku, tetapi yang aku lakukan saat itu hanya sekedar memegang penis mereka, aku belum bisa membedakan apa itu lagi ereksi atau bukan.

Setiap hari kami selalu bermain bersama, sampai akhirnya kami mulai saling suka memegang penis satu dengan yang lainnya. Kemudian kami mulai suka saling menggesek-gesekkan kedua penis kami, dan hanya itu yang sebatas itu yang kami lakukan, karena pada saat itu kami bertiga belum puber, belum bisa mengeluarkan pejuh dari penis kami. Jadi kami hanya saling mengonani tanpa merasakan orgasme.



Dan dari kami bertiga, aku merasa hanya aku saja yang mempunya naluri gay yang lebih besar, karena aku tidak bisa menyukai perempuan sedangkan kedua temanku suka menggoda teman perempuan, dan mereka juga berpacaran dengan teman perempuan tersebut.

Kemudian saat aku mulai duduk di bangku SMP, aku sudah puber, dan aku sudah mengetahu kalau dalam mengonani, aku bisa mengeluarkan cairan putih yang belum kuketahui apa namanya. Dari sana aku merasa bahwa naluri sex ku begitu mendalam, aku suka sekali memegang penis orang lain, tidak perduli siapapun dia. Lanjut baca!


ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia